Patah Hati, Oh Pedihnya …

Pernahkah Anda merasakan patah hati? Apakah seperti gelombang dahsyat rasa sakit yang menghantam dada dan tak mau pergi? Rasa sakit itu tinggal dan membuat segalanya jadi tak berarti. Rasanya ada satu kekosongan yang sangat menyiksa dan kesunyian yang menyakitkan. Membuat gairah dan semangat hidup kita melayang pergi. Cinta oh cinta, derita tiada akhir … cry me a river, uhh!

Anda tak sendiri dalam hal ini, rasanya nyaris setiap orang pernah mengalaminya. Ada kalanya kita merasa takkan sanggup melewatinya. Ada yang bilang waktu akan menghapuskan semua luka, ini tak sepenuhnya benar, berlaku untuk sebagian orang namun tak semuanya. Ada orang yang hingga akhir hidupnya masih berusaha melupakan cinta sejati yang tak bisa digapainya. Jadi dibutuhkan usaha untuk membantu hati kita agar bisa pulih, walau kondisinya mungkin takkan sama seperti sebelumnya.

Berikut adalah hal-hal yang ingin saya bagi untuk anda yang tengah berusaha menyembuhkan diri dari hati yang patah :

  • Cinta tidak bisa dipaksakan.

Jadi bila si dia sudah tidak mencintai anda lagi, relakan saja kepergiannya. Tak perlu meniru kelakuan para artis di sinetron yang menghalalkan segala cara, seperti merencanakan menaruh Epsom salt ke cangkir kopi si mantan, supaya dia diare sampai lemas dan tak jadi pergi kencan dengan perempuan lain, atau meneror eks pasangan yang tega berpaling ke lain hati. Tak perlu menyiksa diri, sedang si pengkhianat cinta mungkin sedang asyik pergi dugem bersama pasangan barunya. Jangan ikuti juga pepatah : cinta ditolak dukun bertindak, karena saat jampi-jampi anda sudah kedaluwarsa, si dia tetap akan kabur.

Demikian juga jika anda adalah pihak yang memutuskan atau putus atas kesepakatan bersama, sakitnya tetap saja terasa. Jika masih bisa direparasi, maka layak diusahakan hingga titik darah penghabisan, namun bila tak ada lagi kecocokan, lebih baik diakhiri. Cinta memiliki kebebasannya sendiri, tak bisa dikekang walau kita berusaha menggenggamnya dengan erat.

  • Tak perlu terus-menerus menyalahkan salah satu pihak.

Setiap orang bisa saja berbuat kesalahan, baik anda maupun dia. Jika dia yang berkhianat, anggap saja bukan jodoh, lebih baik ketahuan sedari awal. Dia juga yang rugi tak mendapatkan orang sebaik kita, PeDe mode ON.

  • Boleh saja menangis untuk menumpahkan rasa sakit

Sembari mendengarkan Cry Me Out–nya Pixie Lott, ahik ahik! Tapi jangan terus-menerus mewek, apalagi ditambah acara mogok makan hingga tubuh kurus kering. Kesakitan memang membutuhkan penyaluran, asal anda tidak tenggelam berlarut-larut di dalamnya.

  • Curhat kepada sahabat dekat yang bisa dipercaya.

Akan banyak membantu jika anda dapat menumpahkan sebagian rasa sakitnya, that’s what friends are for!

  • Berhenti menelpon, mengirim email, atau mengingatnya.

Tutup pintu komunikasi hingga luka anda sembuh dan hati anda tak terpengaruh saat harus berhadapan dengannya. Enyahkan fotonya dari dompet dan LCD laptop, remove dia dari daftar FB anda, karena dia bukan orang yang penting dan berharga lagi. Akan sulit menghilangkan rasa sakit, jika anda masih terus melakukan kontak dengannya. Jika anda satu kantor, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan yang lain jika memungkinkan. Namun jangan nekat pindah jika belum mendapatkan pekerjaan baru, bisa-bisa selain tak punya pasangan anda juga tak punya uang!

  • Mencari kegiatan yang dapat membantu anda mengalihkan pikiran dari rasa sakit yang menyiksa.

Jika anda suka membaca, beli buku baru yang seru dan ceria. Jika anda senang menulis, tuliskanlah perasaan anda. Jika anda senang fitness, silahkan nge-gym sampai loyo. Jika anda senang bersih-bersih, anda dapat mencuci semua perabot, mengepel lantai atau menyikat kamar mandi dan WC hingga kinclong. Curahkan energi anda untuk hal-hal yang positif.

  • Pergi bergaul dan bersenang-senang.

Jangan terus-menerus mengurung diri dan menangis di kamar. Berkenalan dengan orang-orang baru atau pergi liburan bersama teman-teman, akan membantu memperbaiki mood dan suasana hati anda. Sebar nomor hape kepada kolega yang sekiranya potensial untuk menjadi pengganti sang mantan, tapi jangan semua orang. Alih-alih anda hanya akan mendapat serbuan penawaran asuransi atau kartu kredit.

  • Merubah penampilan.

Tampil beda dari biasanya lumayan bisa membantu memperbaiki mood anda. Entah merubah model rambut, gaya berpakaian atau gaya dandanan. Singkirkan tampang muram dan hati suram, semangat!

  • Berpikiran positif.

Jalan anda masih panjang, dunia takkan kiamat hanya karena anda putus cinta. Siapa tahu di luar sana ada penggantinya yang jauh lebih cakep, baik hati, tajir, dermawan, tidak somse dan rajin membaca. Optimis donk!

  • Cari pengganti yang baru.

Tak perlu buru-buru seperti maling jemuran dikejar massa. Jika saatnya tepat, pasti akan segera ketemu, yang penting hati Anda sudah siap untuk memulai hubungan yang baru.

  • Yang terakhir namun yang paling penting, serahkan saja pada Tuhan.

Jodoh adalah sebuah misteri. Tak perlu berpikir gara-gara hal ini anda lebih baik selibat, kecuali memang anda berniat untuk itu. Masih banyak singlewan dan singlewati baik hati yang menanti di luar sana.

 

Sumber : http://kolomkita.detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: